Value Chain

Setiap perusahaan harus dapat mengembangkan hubungan antar organisasi yang baik untuk menjaga kelancaran kegiatan pemasaran perusahaan. Mitra strategis perusahaan antara lain :

Supplier

Pemasok, untuk menjamin pasokan barang maka perusahaan harus dapat mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan. Komitmen dari masing-masing pihak sangat diperlukan untuk mempertahankan hubungan kerja sama antara perusahaan dengan pemasok. Jika pasokan lancar maka pelanggan akan merasa puas karena produk yang mereka butuhkan tersedia saat membutuhkannya.

Produsen

Produksi barang/jasa yang berkesinambungan merupakan jaminan bagi perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Pemasar menginformasikan kebutuhan pelanggan akan produk kepada produsen sehingga produsen dapat membuat produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Bagi pemasar hal itu berarti mempermudah kerja pemasarannya.

Organisasi saluran distribusi

Saluran distribusi yang terorganisir dengan baik dapat memberikan keuntungan ganda baik bagi producer maupun bagi anggota saluran distribusi itu sendiri. Bagi produser kebijakan distribusinya tidak saling tumpang tindih dan dalam penetapan harga dapat lebih efektif untuk mencapai harga yang stabil. Sedangkan bagi saluran distribusi sendiri dapat menguasai wilayah pemasaran yang telah ditetapkan.

Pelanggan

Hubungan perusahaan dengan pelanggan sangat perlu dibina dan dikembangkan karena dengan hubungan yang baik berarti jaminan bagi  perusahaan dalam memperoleh perghasilan dapat dijaga. Dan pelanggan yang merasa puas dengan hubungan dengan perusahaan akan menetapkan pilihan kepada perusahaan dalam memenuhi kebutuhannya.

Perusahaan yang unggul dalam pemberian layanan akan mendapatkan sebuah keunggulan kompetitif yang mendasar. Pada sebagian besar pasar, pemberian layanan adalah bagian yang signifikan dari peringkat mutu perusahaan. Agar efektif program  layanan perusahaan harus mengandung standar kinerja dan dipantau secara teratur.  Komponen pelayanan konsumen untuk sebuah produk mencakup hal-hal :

  1. Keandalan pengiriman
  2. Garansi
  3. Perbaikan dan pemeliharaan.
  4. Penanganan keluhan yang efisien
  5. Ketersediaan kredit
  6. Penanganan tagihan yang cepat
  7. Pelatihan tenaga pembelian
  8. Penyelesaian klaim yang cepat.
  9. Perhitungan harga yang tepat.
  10. Proses pemesanan yang cepat.

Saluran distribusi merupakan jaringan organisasi rantai nilai yang menjalankan fungsi sebagai penghubung barang dan jasa dengan pemakai akhirnya. Saluran distribusi terdiri dari institusi dan agensi yang saling terkait dan saling tergantung dan berfungsi sebagai suatu sistem atau jaringan  dalam upaya perusahaan untuk memproduksi dan mendistribusikan produk pada pemakai akhir. Jadi rumah sakit, jasa ambulan, dokter, laboran, perusahaan asuransi kesehatan dan toko obat/apotek menciptakan saluran distribusi untuk jasa pelayanan kesehatan. Organisasi pelayanan kesehatan yang dikelola, mengkoordinasikan aktifitasnya secara lebih baik lagi dengan anggota saluran.

Beberapa aktifitas penambah nilai diperlukan di dalam perpindahan produk dari produsen ke pemakai akhir. Beberapa aktifitas  nilai tambah yang dilakukan oleh saluran distribusi diantaranya :

  1. Aktifitas jual dan beli.
  2. Perakitan produk.
  3. Transportasi.
  4. Fasilitas finansial.
  5. Memproses dan penyimpanan produk.
  6. Periklanan dan Promosi penjualan.
  7. Memperkecil resiko.
  8. Komunikasi.
  9. Pelayanan purnajual.

Faktor utama di dalam strategi saluran adalah memutuskan fungsi-fungsi yang dibutuhkan dan organisasi akan bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi tersebut. Makelar/perantara menawarkan pentingnya biaya dan keunggulan waktu di dalam distribusi produk yang luas. Pertimbangan masalah harga juga akan mempengaruhi penentuan saluran distribusi yang akan digunakan. Berikut ini dapat dilihat gambar saluran distribusi untuk produk konsumen dan produk industri/bisnis.

Beberapa pertimbangan yang digunakan dalam menentukan saluran distribusi adalah :

  1. Pembeli.
  2. Karakteristik produk.
  3. Keuangan.
  4. Pengendalian.

Pedagang  perantara  bisa  dimanfaatkan  bila  mereka mampu melaksanakan fungsi saluran lebih efisien ketimbang  yang dapat dilaksanakan  perusahaan. Fungsi arus dan  saluran  yang paling penting adalah informasi, promosi, negosiasi, pembiayaan, pengam­bilan risiko, possesi fisik, pembayaran dan kepemilikan. Fungsi-fungsi  pemasaran  ini adalah yang paling mendasar bagi intuisi grosir dan pengecer tertentu yang bisa saja terjadi setiap waktu.

Perusahaan  memiliki banyak saluran kuat  yang memungkinkan mereka meraih pasar. Mereka dapat memutuskan penjualan  langsung, atau menggunakan satu, dua, tiga, bahkan lebih banyak lagi  ting­kat saluran perantara tadi. Disain saluran mengharuskan  ditetap­kannya  output  jasa (ukuran jumlah,  waktu  menunggu,  kemudahan ruang  dan  keragaman  produk), menetapkan  tujuan  saluran  dan kendalanya, mengidentifikasi alternatif saluran  penting  (jenis dan jumlah perantara, intensif khusus, ekslusif, atau  distribusi elektif), dan syarat-syarat serta tanggung jawab saluran  setiap alternatif saluran harus dievaluasi sesuai dengan kriteria.

Sumber :(210904_Seminar+Pemasaran_Modul4NEW_Hirdsm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s